Tanpa Sebuah Ketergesaan

Dalam ketergesaan,
Aku membaca surat-surat cinta itu.
Bertumpuk tak rapi di ruangan kantor yang kadang bisa terasa terlalu semarak karena berisik. 
Penuh celoteh dan perbincangan tak penting tentang titik-koma, huruf besar-kecil, disambung atau dipisah, dan ejaan yang sahih. Bahkan, terkadang saling ledek yang tak nyambung.
Tapi, begitulah, cinta menghidupkan mereka. Aku tak akan pernah bisa protes. Tak akan prnah bisa meminta mereka diam. malah, kupikir, aku justru tak ingin melihat mereka bergeming dan menghening. 
Bukankah cinta tak pernah berdiam diri? Seperti itulah mereka, terus bergerak. Dan, aku menikmati gelegak gairah mereka yang terserak dalam rutinitas bersama ini.
Karena cinta itu pula aku ingin menceritakan bagaimana rupa cinta yang mekar di ruang kami. Bahkan, dalam ketregesaan menjelang deadline dan rutinitas yang menghempit, mereka berterik gembira ketika membaca tumpukan surat cinta itu. Sesekali, mereka mmebayangkan, merekalah orang yang menerima surat cinta itu. Mereka orang yang membuat si penulis surat cinta itu menjadi begitu romantis dan meninggalkan kenangan yang terkecap manis. Mereka berandai-andai, merekalah orang yang mmebuat cinta menjadi dipuja-puja para penulis itu.
Diam-diam, aku berharap, memang ada surat cinta untuk mereka hari iut. Entah diselipkan ke bawah pintu kamar mereka, ke dalam buku yang mereka baca, menyelinap masuk ke inbox e-mail mereka, atau pesan singkat yang dikirim ke ponsel mereka. 
Semoga, ada kata-kata cinta yang mereka terima hari itu. Yang menjadi sihir dalam hidup. Menggerakan mereka, bahkan dalam diam. Membuat mereka penuh, bahkan ketika kosong. Membuat mereka berani jujur tanpa perlu merahasiakan sesuatu. 
Masih dalam ketergesaan,
aku terpesona pada rupa-rupa cinta dalam tumpukan surat cinta itu. Terpesona pada kata yang mewakili rasa. Terpesona kepada kejujuran yang terbaca disana. Bukankah pada cinta, hidup pun memiliki banyak harapan? Dan, bukankah kepada cinta saja kita tak bisa menyembunyikan apapun? 
Dalam ketergesaan, 
aku memutuskan untuk mengirim surat cinta in. Satu surat cinta untuk kalian semua. 
Sungguh,
Tanpa sebuah ketergesaan, aku mencintai kalian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages

Pages